Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk membekali peserta didik agar mampu bersaing dan beradaptasi di era globalisasi untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning berbasis budaya dan diferensiasi berbantuan LKPD Interaktif pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VA SDN Kutowinangun 01 Salatiga yang berjumlah 24 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan tes berbantuan LKPD interaktif. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pra siklus sebesar 49,17 dengan kategori kurang, pada siklus 1 sebesar 60,33% dengan kategori cukup dan meningkat pada siklus 2 yaitu sebesar 75,83% dengan kategori baik. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Masalah Berbasis Budaya dan Diferensiasi berbantuan LKPD Interaktif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kutowinangun 01 Salatiga.
Copyrights © 2025