Pendidikan berfungsi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan menyelaraskan perkembangan zaman. Selain pengetahuan, pendidikan karakter perlu diterapkan untuk membangun watak mulia siswa, membedakan benar dan salah, serta menerapkan nilai kebaikan dalam kehidupan. Karakter harus ditanamkan sejak dini sebagai kunci keberhasilan dan pencapaian tujuan. Di Indonesia, sistem pendidikan menghadapi berbagai masalah, termasuk kemajuan teknologi yang berpotensi menimbulkan perilaku negatif. Menurut Thomas Lickona, ada 10 permasalahan dalam pendidikan karakter yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, karakter pendidikan harus terintegrasi dalam setiap aspek pendidikan dan membangun pribadi siswa yang bermoral. Penelitian ini meneliti relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan generasi digital saat ini. Dengan konsep yang mencakup teladan dan dukungan, karakter pendidikan diharapkan dapat membentuk siswa dari segi moral, sosial, dan spiritual, menjawab krisis karakter yang dihadapi oleh generasi masa kini.
Copyrights © 2025