Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung satu arah, minimnya penerapan metode pembelajaran kreatif, serta kurangnya stimulasi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis efektivitas penerapan model Think Pair Share, Teams Games Tournament, dan Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas V SD Negeri Benua Anyar 10 Banjarmasin pada tahun ajaran 2024–2025. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan klasikal, aktivitas guru berada pada kategori “sangat baik,” aktivitas siswa “sangat aktif,” serta kemampuan berpikir kreatif berada pada kategori “sangat terampil” pada pertemuan terakhir. Dengan demikian, penerapan ketiga model pembelajaran tersebut terbukti dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Copyrights © 2025