Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN 203/VI Rantau Panjang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan diferensiasi pada tiga aspek utama, yaitu konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten mencapai tingkat keberhasilan tertinggi sebesar 85%, proses 80%, dan produk 75%. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sumber daya manusia (20%), lingkungan belajar kondusif (15%), dan ketersediaan sarana prasarana (15%), sedangkan hambatan terbesar adalah keterbatasan waktu guru (15%), kurangnya pemahaman strategi berdiferensiasi (8%), dan kesulitan adaptasi siswa (7%). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi di sekolah tersebut tergolong efektif, namun memerlukan penguatan terutama pada aspek produk dan peningkatan kompetensi guru. Rekomendasi diarahkan pada pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi antarpendidik untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025