Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan budaya dan nilai keagamaan masyarakat Indonesia yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tradisi yang menarik untuk dikaji adalah tradisi Manyaratus yang disandingkan dengan kegiatan Khatamul Qur’an pada masyarakat Dayak Bakumpai di Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang kemunculan tradisi Manyaratus, menganalisis proses pelaksanaannya, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya berdasarkan perspektif etnopedagogik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Manyaratus dengan Khatamul Qur’an telah dilaksanakan sejak masa Qodhi H. Abdusshamad Albakumpai. Prosesi pelaksanaan dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an pada malam hari, dilanjutkan dengan baakramal dan pembacaan kitab Khatamul Qur’an pada pagi harinya, serta doa-doa dan dzikir khas Bakumpai. Tradisi ini mengandung nilai religius, sosial, dan budaya lokal yang memperkuat internalisasi ajaran Islam dalam masyarakat. Temuan ini penting karena menunjukkan peran tradisi lokal dalam memperkuat pendidikan Islam melalui pendekatan budaya
Copyrights © 2026