Praktek penafiran al-Qur’an yang dipraktekkan oleh para mufasir yang timbul beraneka ragam caranya dari masa-kemasa, tentu hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, sosial, budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengupas model-model penafsiran yang dipraktekkan oleh para mufasir, diantara As-Sa’di dan Ali Al-Shabuni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian pustaka (Library Research) yang sumber data utamanya dari bahan pustaka dengan menelaah informasi dan referensi yang telah ditemukan oleh para ahli sebelumnya, dengan pendekatan deskriptif yang akan mengurai serta menganalisis praktik penafsiran As-Sa’di dan Ali Al-Shabuni. Pada bagian awal penulisannya As-Sa’di beliau memaparkan Muqaddimah, kemudian awal surah beliau sebelum mulai menafsirkan sebuah surah selalu menuliskan nama surah yang akan ditafsirkan dan juga tempat turunnya, selanjutnya di halaman-halamannya memaparkan ayat-ayat secara lengkap satu halaman seperti yang tertera dalam Al-Qur’an yang dipaparkan pada pojok atas kitab tafsirnya, lalu menjelaskan tafsiran penggalan ayat secara Ijmali dan tidak memaparkan riwayat-riwayat lain mengenai ayat tersebut sehingga tafsir beliau sumber penafsirannya bil Ra’yi yang ia pahami maknanya dari suatu ayat. Diakhir penafsirannya selalu menutupnya dengan kalimat تم تفسير سورة – والحمد لله رب العالمين (disebutkan nama surahnya), kemudian ditutup dengan kalimat pujian kepada Allah). Sedangkan dalam karyanya Ali Al-Shabuni dalam Shafwat at-Tafasir juga memaparkan kata Muqaddimah dijilid 1, awal surah beliau menjelaskan penjelasan ayat, tempat turun, Penamaan surah, aspek bahasa, asbabun Nuzul dari Surah Al-Ahzab. Di tiap halamannya mulai menuliskan tafsirannya setelah mencantumkan potongan-potongan ayat atau keseluruhan ayat kemudian dipenggal-penggal dalam menjelaskan tafsiran ayat tersebut, dengan Metode tahlili atau analitis kemudian memaparkan riwayat-riwayat dari ulama lainnya, sepert Qotadha, Ibnu Khatsir dan lainnya sehingga tafsir beliau sumber penafsirannya bil Riwayat atau bil Ma’sur. Penutupan surah beliau selalu menutupnya dengan kalimat تم بعونه تعالى تفسير سورة (disebutkan nama surahnya).
Copyrights © 2026