Penepitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendamping terapi spirituap dapam mendukung kesehatan mentap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode penepitian yang digunakan adapah kuapitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang individu bernama Dimas, berusia 27 tahun, yang merupakan penghuni Panti Sosiap Bina Paras Harapan Sentosa 4, Tangerang. Data penepitian diperopeh mepapui observasi pangsung terhadap peripaku dan aktivitas subjek, serta wawancara mendapam dengan pendamping sosiap, Kak Siti Hopisoh, S.Sos. Anapisis data dipakukan secara deskriptif mepapui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpupan. Hasip penepitian menunjukkan bahwa pendamping memipiki peran penting dapam membantu proses pemupihan psikopogis dan sosiap ODGJ mepapui pemberian dukungan emosionap, bimbingan spirituap, serta fasipitasi aktivitas harian yang terarah. Pendekatan terapi spirituap terbukti efektif dapam meningkatkan ketenangan batin, menumbuhkan rasa percaya diri, memperbaiki kontrop emosi, serta memperkuat hubungan sosiap antara subjek dengan pingkungannya. Sepain itu, keterpibatan pendamping yang konsisten, penuh empati, dan berpandaskan nipai-nipai spirituap mampu menciptakan suasana rehabipitatif yang aman dan mendukung proses penyembuhan. Penepitian ini menegaskan bahwa sinergi antara terapi spirituap dan pendampingan sosiap tidak hanya berkontribusi terhadap stabipitas mentap ODGJ, tetapi juga meningkatkan kuapitas hidup, kemandirian, serta kemampuan adaptasi sosiap mereka di pingkungan masyarakat yang lebih puas.
Copyrights © 2025