Motivasi belajar siswa kelas IV SDN Purwoyoso 04 dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi isu krusial yang memengaruhi efektivitas pembentukan karakter dan nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila, menganalisis faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa, dan menjelaskan upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru kelas dan kepala sekolah, observasi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah mengikuti tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai Kurikulum Merdeka, namun masih menghadapi kendala dalam penyesuaian RPP dengan karakteristik siswa. Faktor rendahnya motivasi belajar meliputi aspek internal (minat literasi rendah, daya konsentrasi lemah), karakteristik materi (bersifat hafalan dan abstrak), faktor eksternal (minimnya pendampingan orang tua), dan metode pembelajaran yang monoton. Upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui modifikasi materi, pemanfaatan teknologi pembelajaran, penerapan model PBL dan PJBL, pemberian motivasi personal, pengelolaan kelas efektif, serta kolaborasi dengan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan asesmen diagnostik, pengembangan pembelajaran berbasis aktivitas, diversifikasi evaluasi melalui penilaian autentik, serta peningkatan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung motivasi belajar siswa agar pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya dipahami sebagai hafalan teoretis tetapi nilai yang bermakna bagi kehidupan siswa.
Copyrights © 2025