Perundungan pada remaja akhir di perguruan tinggi telah menjadi permasalahan yang mengkhawatirkan dengan dampak signifikan terhadap aspek psikologis dan akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan sosial terhadap efikasi diri akademik pada remaja akhir yang mengalami perundungan. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif diterapkan, melibatkan 405 mahasiswa aktif berusia 18-21 tahun di wilayah DKI Jakarta yang teridentifikasi sebagai korban perundungan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Academic Self-Efficacy Scale (ASES) yang disebarkan secara online. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri akademik dengan koefisien korelasi sebesar 0,718 (p<0,001) dan koefisien determinasi sebesar 65%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas partisipan memiliki tingkat dukungan sosial (81%) dan efikasi diri akademik (97,5%) yang tinggi. Analisis tambahan mengungkapkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin, usia, semester perkuliahan, dan waktu terakhir mengalami perundungan. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa dukungan sosial berfungsi sebagai faktor protektif yang membantu mempertahankan keyakinan akademik pada remaja akhir korban perundungan. Implikasi praktis mencakup pengembangan program intervensi berbasis dukungan sosial yang disesuaikan dengan karakteristik demografis mahasiswa serta penguatan sistem dukungan institusional di perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi mahasiswa korban perundungan.
Copyrights © 2025