Artikel ini membahas secara mendalam peran ontologi dalam filsafat pendidikan Islam sebagai landasan konseptual untuk memahami dan membentuk eksistensi manusia ideal (insān kāmil). Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini menguraikan bagaimana konsep ontologis Islam tentang manusia — mencakup fitrah, ruh, akal (‘aql), dan peran khalīfah — menjadi dasar dalam merumuskan arah, tujuan, kurikulum, metode, dan evaluasi pendidikan yang berorientasi pada keseimbangan antara dimensi spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Ontologi dalam pendidikan Islam menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan eksistensi manusia yang utuh dan bermakna, yang berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran akan jati diri, tanggung jawab sosial, dan hubungan transendental dengan Tuhan. Implikasi dari pemahaman ini menuntut perumusan kurikulum integratif, metode pembelajaran reflektif, serta sistem evaluasi holistik yang menilai perkembangan spiritual dan moral peserta didik. Selain itu, keberhasilan penerapan prinsip-prinsip ontologis dalam praktik pendidikan dipengaruhi oleh faktor kebijakan, manajemen lembaga, kompetensi pendidik, dukungan sosial-kultural, serta adaptasi terhadap tantangan modernitas. Hasil kajian ini menegaskan bahwa penguatan dimensi ontologis dalam pendidikan Islam sangat penting untuk menghadirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Ilahi dan berorientasi pada pembentukan manusia paripurna.
Copyrights © 2025