Pendidikan adalah panggilan mulia, bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan memupuk motivasi belajar siswa agar tangguh dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan. Dalam konteks ini, peran guru sangat menentukan bukan sekadar penyampai materi, tetapi fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar relevan, dan menarik. Salah satu strategi pedagogis yang menarik perhatian belakangan ini adalah metode role‑playing yaitu metode di mana siswa berperan sedemikian rupa sehingga mereka “mengalami” materi pembelajaran secara aktif dan Menurut Rinjani[1] penerapan role‑playing berhasil meningkatkan minat belajar siswa dari 55% menjadi 75% setelah siklus ketiga, Selain itu Nasiha juga berpendapat bahwa penggunaan metode role‑playing terbukti meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa secara signifikan, serta membangkitkan minat dan semangat belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.[2] Hasil serupa juga ditemukan oleh afifa dkk yaitu , metode role‑playing tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara siswa tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif dan percaya diri.[3] Studi‑studi ini menunjukkan bahwa role‑playing bukan hanya “hiburan” dalam kelas, tetapi strategi pedagogis yang mampu meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa secara nyata. [
Copyrights © 2025