Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menggambarkan perubahan kebiasaan positif sebagai langkah untuk memperkuat nilai tanggung jawab siswa di sekolah dasar pada era penerapan Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya penghayatan nilai tanggung jawab dalam perilaku sehari-hari siswa, meskipun pendidikan karakter telah menjadi fokus utama kebijakan pendidikan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan catatan lapangan (field note) terhadap kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua di SD Muhammadiyah Pati. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan pagi dilaksanakan melalui empat pendekatan utama: kegiatan rutin, aktivitas spontan, keteladanan guru, dan kegiatan terencana. Program seperti 6S (Senyum, Salam, Sapa, Salim, Sopan, Santun), literasi-numerasi pagi, Muroja’ah-Hadist-Karakter (MHK), serta sholat dhuha berjamaah terbukti membentuk sikap tanggung jawab personal, sosial, dan spiritual siswa. Kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan. Temuan ini sejalan dengan prinsip Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian dan tanggung jawab moral. Dengan demikian, pembiasaan positif bukan hanya rutinitas, tetapi strategi transformasional dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter.
Copyrights © 2025