Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan fenomena perkembangan anak usia sekolah dasar dalam konteks penerapan pembelajaran Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Berbeda dengan pembelajaran permukaan (surface learning) yang menekankan hafalan, Deep Learning menuntut pemahaman konseptual, koneksi antar pengetahuan, dan transfer keterampilan ke dunia nyata. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis konseptual, artikel ini menelaah kesiapan perkembangan kognitif siswa SD yang berada pada tahap operasional konkret menuju operasional formal, serta dampak psikologis dan sosial-emosional dari tuntutan kurikulum yang kompleks. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Deep Learning berpotensi mempercepat kematangan kognitif dan keterampilan abad 21 (6C), terdapat fenomena kesenjangan perkembangan (developmental gap) yang memicu kecemasan akademik dan beban kognitif berlebih jika tidak dikelola dengan scaffolding yang tepat. Artikel ini merekomendasikan strategi pedagogis yang menyelaraskan tuntutan Deep Learning dengan zona perkembangan proksimal (ZPD) anak untuk menciptakan lingkungan belajar yang psikologis-aman dan menumbuhkan growth mindset.
Copyrights © 2025