Ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an yang menyebutkan kata 'ilm beserta derivasinya lebih dari 700 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep ilmu dalam perspektif Al-Qur'an, yang meliputi hakikat dan sumber ilmu, kedudukan dan keutamaan menuntut ilmu, dalil-dalil perintah menuntut ilmu, metode perolehan ilmu, pembagian ilmu, proses pembentukan ilmu dalam diri manusia, fungsi ilmu dalam kehidupan, serta perbandingan pandangan Al-Qur’an dan Barat tentang ilmu. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber pustaka yang relevan, antara lain buku, artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta ayat Al-Qur’an yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang ilmu sebagai cahaya ilahi yang bersumber dari Allah SWT, diperoleh melalui integrasi wahyu, akal, panca indera, dan qalb, serta memiliki orientasi moral dan spiritual yang jelas. Ilmu dalam perspektif Al-Qur’an tidak bersifat netral nilai, melainkan diarahkan untuk menumbuhkan ketakwaan, membentuk akhlak mulia, dan menjalankan tugas kekhalifahan manusia di bumi. Selain itu, Al-Qur’an mengintegrasikan ilmu syar‘i dan ilmu kauniyah sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Dengan demikian, konsep ilmu dalam Al-Qur’an menawarkan paradigma keilmuan yang holistik dan integratif, yang mampu menjembatani dikotomi antara agama dan sains serta memberikan arah etis bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Copyrights © 2025