Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena mulai pudarnya nilai-nilai moral dan adanya sikap apatis sosial pada siswa sekolah dasar di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi implementasi dan tantangan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) dalam pembentukan karakter siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus multi-aspek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi implementasi utama bertumpu pada keteladanan berkelanjutan (sustained modeling) oleh para pendidik. Meskipun pada tahap awal ditemukan tantangan berupa sikap apatis dan kecenderungan siswa menghindar dari interaksi sosial, namun melalui pembiasaan yang konsisten, hambatan tersebut berhasil diatasi seiring berjalannya waktu. Saat ini, program 5S telah berjalan dengan sangat baik, ditandai dengan munculnya inisiatif sosial spontan dan internalisasi nilai-nilai kesantunan dalam perilaku harian siswa. Keberhasilan ini menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan manajerial yang kuat dan keteladanan pendidik mampu menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif untuk menepis pengaruh negatif lingkungan eksternal dan membentuk karakter siswa secara permanen. Kata Kunci : Budaya 5S, Pembentukan Karakter, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2025