Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana proses penguatan pengajian Aisyiyah berfungsi sebagai sarana dakwah sekaligus pemberdayaan perempuan Muhammadiyah di Desa Moncongkomba. Pengajian Aisyiyah memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran keagamaan serta meningkatkan kapasitas sosial dan ekonomi perempuan di tingkat komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa penguatan pengajian dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader, pembaruan metode dakwah, serta integrasi kegiatan pemberdayaan sosial dan ekonomi. Pengajian berperan sebagai dakwah bil lisan dan bil hal yang menumbuhkan kemandirian serta partisipasi aktif perempuan. Dengan demikian, pengajian Aisyiyah menjadi bentuk dakwah komunitas yang efektif dalam membentuk perempuan religius dan berdaya.
Copyrights © 2025