Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi nonverbal dalam meningkatkan interaksi sosial dan pemahaman emosi pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak guru dan pendamping masih mengandalkan instruksi verbal, sedangkan ABK sering mengalami kesulitan dalam memproses pesan verbal yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis 25 artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) komunikasi nonverbal sebagai sarana regulasi emosi, (2) komunikasi nonverbal sebagai fasilitator interaksi sosial, dan (3) komunikasi nonverbal sebagai penguat pembelajaran inklusif. Temuan menunjukkan bahwa guru yang mampu menggunakan ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, dan intonasi suara secara efektif dapat meningkatkan keterhubungan emosional, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan partisipasi anak dalam kegiatan belajar. Komunikasi nonverbal dengan demikian bukan sekadar pelengkap komunikasi verbal, melainkan merupakan komponen utama dalam mendukung keberhasilan pembelajaran inklusif. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan bagi pendidik dan pendamping untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan mereka dalam menerapkan strategi komunikasi nonverbal secara efektif. Kata Kunci: komunikasi nonverbal, interaksi sosial, pemahaman emosi, anak berkebutuhan khusus
Copyrights © 2025