Artikel ini menganalisis kompleksitas narasi Islam di ruang publik Indonesia, menyoroti kontestasi makna yang melekat dalam representasi dan interpretasi ajaran Islam oleh berbagai aktor. Dengan maraknya media digital dan platform komunikasi, ruang publik telah menjadi arena krusial bagi konstruksi, penyebaran, dan negosiasi narasi keagamaan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana berbagai kelompok Muslim, dari moderat hingga konservatif, menggunakan beragam strategi komunikasi untuk memengaruhi pemahaman publik tentang Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan riset pustaka, artikel ini mengidentifikasi pola-pola kunci dalam kontestasi narasi, termasuk polarisasi diskursif, penggunaan simbol-simbol keagamaan, dan adaptasi terhadap dinamika media baru. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa narasi Islam di ruang publik bukan sekadar refleksi keimanan, tetapi juga instrumen politik dan sosial yang membentuk identitas kolektif dan kohesi komunitas. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya literasi media dan dialog antarkelompok untuk mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan memitigasi potensi fragmentasi sosial akibat kontestasi narasi yang intens.
Copyrights © 2025