ABSTRACT Gerakan literasi sekolah (GLS) salah satu program dari Kemendikbud yang bersifat wajib bagi sekolah di Indonesia. Pelibatan guru tenaga kependidikan, siswa serta kepala sekolah sangat dibutuhkan dalam pengelolaannya. Sebagai manajer puncak kepala sekolah menerapkan fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controling) pada sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain manajemen program literasi sekolah di MI Muhammadiyah 11 Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia; dan (2) mengkaji tanggapan guru dan siswa tentang budaya literasi di sekolah tersebut. Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif-eksploratif. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara tak terstruktur. Data bersumber 5 guru dan 20 siswa kemudian dianalisis secara persentase serta analisis kualitatif terdiri kondensasi data, paparan data, dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menemukan gambaran desan manajemen GLS yang cukup efektif yang melibatkan semua elemen di sekolah serta perilaku manajemen yang dipilih cenderung supportive-fasilitative. Respon positif dari guru dan siswa atas program GLS namun ada aspek yang perlu perbaikan seperti memanfaatkan teknologi serta produktivitas guru dan siswa. Saran untuk perbaikan dan pengembangan profesional guru yang berintegrasi dengan program literasi.
Copyrights © 2023