Inkontinensia urin pascapersalinan adalah kondisi umum yang memengaruhi 25-45% ibu setelah melahirkan, terutama yang menjalani persalinan vaginal. Masalah ini timbul akibat melemahnya otot dasar panggul selama kehamilan dan persalinan, sehingga memengaruhi kualitas hidup secara fisik dan emosional. Salah satu intervensi non-farmakologis yang sering direkomendasikan untuk mengatasi masalah ini adalah senam Kegel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh senam Kegel terhadap inkontinensia urin pada ibu pascapersalinan melalui tinjauan literatur dari 10 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018–2023. Artikel-artikel ini dianalisis berdasarkan durasi, intensitas latihan, pengawasan, dan hasil yang dicapai. Hasil menunjukkan bahwa senam Kegel efektif dalam mengurangi gejala inkontinensia urin jika dilakukan secara rutin dengan frekuensi 2-3 kali per minggu selama minimal tiga bulan. Pengawasan oleh tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dibandingkan latihan mandiri. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang tidak signifikan, kemungkinan karena variasi metodologi, durasi latihan yang pendek, atau sampel yang kecil. Kesimpulannya, senam Kegel adalah intervensi yang menjanjikan untuk mengatasi inkontinensia urin pascapersalinan. Implementasi program latihan Kegel yang terstruktur dan terawasi sangat dianjurkan untuk hasil optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitasnya dalam berbagai populasi.
Copyrights © 2024