Tugas yang dilakukan oleh perawat selama menjalankan pelayanan kesehatan di unit rumah sakit sering kali melibatkan berbagai aktivitas atau pekerjaan yang mempengaruhi kinerja mereka. Banyaknya tugas tambahan yang harus dikerjakan dapat berdampak pada efektivitas perawat dalam menjalankan pekerjaannya. Salah satu kewajiban utama yang harus dilaksanakan oleh perawat adalah melakukan pencegahan terhadap risiko jatuh sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menghindari terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keterkaitan antara beban kerja perawat dengan upaya pencegahan risiko jatuh di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total populasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja ringan dengan 57 orang (57,0%). Sementara itu, dalam hal pencegahan risiko jatuh, mayoritas responden menunjukkan upaya yang baik dengan 66 orang (66,0%). Uji statistik memperlihatkan p-value sebesar 0,000 atau sig (<0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dan pencegahan risiko jatuh di RSI Sultan Agung Semarang. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dan pencegahan risiko jatuh dengan nilai p-value <0,05, serta menunjukkan korelasi negatif yang kuat dengan nilai -0,849.
Copyrights © 2025