Penelitian ini mengkaji proses produksi konten Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) dan video ambient yang kian berkembang di YouTube dan TikTok sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat digital akan media yang menenangkan. Dengan metode campuran yang memadukan survei pemirsa, analisis literatur, serta observasi konten. Studi ini menemukan bahwa kualitas audio menjadi faktor paling menentukan dalam keberhasilan kedua jenis konten tersebut. Suara yang lembut, jernih, dan perinci memainkan peran utama dalam menciptakan pengalaman sensorik yang imersif. Data primer menunjukkan bahwa mayoritas penonton berusia muda menyaksikan konten ini pada malam hari untuk relaksasi. Sementara itu, data sekunder memperlihatkan bahwa kreator mengandalkan visual sederhana, pencahayaan alami, dan ritme penyuntingan yang lambat untuk memperkuat suasana tenang. Baik ASMR maupun video ambient memadukan minimalisme visual dan kedalaman audio sehingga tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk perawatan diri (self-care) yang efektif untuk membantu fokus, mengurangi stres, dan mendukung ketenangan sebelum tidur.
Copyrights © 2026