Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Mempertahankan Program TV Segmen Anak-anak pada Televisi FTA (Free To Air) Damayanti, Ratih Damayanti; Ciptono Setyobudi; Zulia Kusuma Rahayu
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 2 Volume 5 2025
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v5i2.64369

Abstract

ABSTRACT Children in Indonesia watch online videos with parental supervision. Streaming video services, such as YouTube, Netflix, and others have eclipsed the position of television. The existence of YouTube Kids, which provides safety features and content curation, is the main choice for parents to become a media for watching children's shows for their children. With that, this study aims to explore the strategies used by Free To Air (FTA) television stations, namely Mentari TV in facing competition with streaming video services. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation, and documentation studies. The results of this study show that Mentari TV airs children's programs, such as Baby Bus, Tayo, Keluarga Somat, Pororo, and Pokemon. Each program provides life lessons with educational, entertainment, and moral values. In facing competition with video streaming services, Mentari TV relies on a strategy of re-running programs and also airing based on time segmentation. In addition, a thematic umbrella program is also used to increase audience engagement through a collection of flagship programs and is useful for ensuring viewing quality. Keywords: FTA Television; Mentari TV; Re-running; Thematic Umrella; Streaming Video.
Eksplorasi Produksi Media Audio Visual pada ASMR dan Ambient di YouTube dan TikTok Alexandra Mikaela Ha Liem; Moses Devis Kenzhu; Fatikah Sari; Ciptono Setyobudi
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 13 No. 1 (2026): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/ktf46979

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses produksi konten Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) dan video ambient yang kian berkembang di YouTube dan TikTok sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat digital akan media yang menenangkan. Dengan metode campuran yang memadukan survei pemirsa, analisis literatur, serta observasi konten. Studi ini menemukan bahwa kualitas audio menjadi faktor paling menentukan dalam keberhasilan kedua jenis konten tersebut. Suara yang lembut, jernih, dan perinci memainkan peran utama dalam menciptakan pengalaman sensorik yang imersif. Data primer menunjukkan bahwa mayoritas penonton berusia muda menyaksikan konten ini pada malam hari untuk relaksasi. Sementara itu, data sekunder memperlihatkan bahwa kreator mengandalkan visual sederhana, pencahayaan alami, dan ritme penyuntingan yang lambat untuk memperkuat suasana tenang. Baik ASMR maupun video ambient memadukan minimalisme visual dan kedalaman audio sehingga tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bentuk perawatan diri (self-care) yang efektif untuk membantu fokus, mengurangi stres, dan mendukung ketenangan sebelum tidur. 
Perbandingan Efektivitas Iklan Shopee di Youtube dan Televisi dalam Meningkatkan Engagement Audiens: Studi Literatur Sistematis Philips Pascal Khudrati; Annisa Nur Fatimatuz Zahra; Annisaa Rosa Umary; Ciptono Setyobudi
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 12 No. 2 (2025): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/81dbk716

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi periklanan, khususnya pada pergeseran penggunaan media dari televisi menuju platform digital seperti Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas iklan Shopee di media televisi dan Youtube dalam meningkatkan engagement audiens, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik periklanan digital dan konvensional. Hasil kajian menunjukkan bahwa televisi masih unggul dalam hal jangkauan audiens yang luas dan daya tangkap visual yang kuat, sehingga efektif dalam membangun brand awareness. Namun, Youtube terbukti lebih unggul dalam mendorong keterlibatan aktif audiens melalui fitur interaktivitas, personalisasi berbasis algoritma, serta pengukuran performa iklan secara real-time, sejalan dengan temuan Prihatiningsih dkk. (2025) yang menegaskan bahwa interaktivitas dan kemampuan analitik merupakan faktor utama efektivitas iklan digital. Selain itu, karakteristik generasi muda yang lebih dekat dengan media digital menjadikan Youtube sebagai platform yang lebih relevan bagi iklan e-commerce seperti Shopee. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Youtube memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan televisi dalam meningkatkan engagement audiens di era media digital saat ini.