Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perkembangan kelompok lesbian di Kota Padang yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan perluasan jaringan komunikasi, sehingga memunculkan dinamika baru terkait keberanian individu dalam mengungkapkan identitas seksual yang disebut coming out . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif coming out pada kelompok lesbi Jangan Ngalay di Kota Padang. Pada penelitian ini memfokuskan secara khusus untuk mengkaji motoif coming out dalam komunitas lesbi yang belum pernah diteliti sebelumnya, yaitu kelompok lesbi Jangan Ngalay Untuk menganalisis fenomena ini, peneliti menggunakan teori Fenomenologi oleh Edmund Husserl dimana terdapat tiga konsep utama yang relevan pada penelitian ini yaitu bracketing (reduksi fenomenologi), noesis dan noema serta intersubjektivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan dilakukan di Kota Padang selama dua bulan mulai dari Desember hingga Februari tahun 2024-2025 dengan menggunakan observasi, peneliti mengamati secara langsung perilaku kelompok lesbi Jangan Ngalay di Kota Padang ini. Kemudian pengumpulan data wawancara, peneliti menanyakan informasi terkait bentuk motif coming out pada kelompok lesbi Jangan Ngalay di Kota Padang. Teknik pemilihan informan menggunakan snowball sampling dengan jumlah informan 10 orang. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data dianalisi menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat empat bentuk motif coming out pada kelompok lesbi Jangan Ngalay di Kota Padang, pertama, melakukan coming out untuk mendapat teman curhat. Kedua, mencari kebebasan diri. Ketiga, membangun komunitas dan jaringan. Keempat, melawan stigma negatif terhadap kaum LGBT.
Copyrights © 2026