Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana, pengetahuan, dan kekuasaan dalam debat publik Pilkada 2024 di Kabupaten Pesisir Selatan. Berangkat dari realitas untuk menganalisis isi debat terhadap wacana yang dibangun paslon, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi, dan teori yang digunakan adalah teori pengetahuan dan kekuasaan Michel Foucault. Data penelitian diperoleh dari rekaman debat publik putaran pertama yang ditayangkan oleh TVRI Sumatera Barat, serta diperkuat melalui wawancara dengan informan terkait yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paslon 1 membangun wacana politik yang menekankan pada keberlanjutan program yang telah ia lakukan sebelumnya semasa menjadi bupati, karena ia menganggap bahwa apa yang ia lakukan dulunya telah berhasil dan ingin di lanjutkan pada masa sekarang ini. Seperti pendidikan dan kesehatan gratis, serta memperkuat peran musrenbang sebagai wadah partisipasi masyarakat. Sementara itu, Paslon 2 membangun wacana politiknya dengan mengatakan bahwa kondisi saat ini tidak lebih baik dari masa lalu, disaat ia menjadi bupati, ia mengatakan bahwa semasa ia menjadi bupati pembangunan maju dan berkembang dan itu tidak ia rasakan pada masa sekarang ini. Pendekatan ini membuat mereka terlihat sebagai pemimpin yang berpikir maju, mampu memberi solusi nyata, dan berfokus pada pembaruan dengan dasar data, aturan pemerintah, serta dukungan pemerintah pusat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana para calon menggunakan bahasa dan cara berbicara untuk membangun kepercayaan dan meyakinkan masyarakat melalui wacana yang mereka bangun.
Copyrights © 2026