Masalah utama penelitian ini menganalisis bagaimana perkembangan teknologi internet menciptakan perubahan dalam cara manusia berinteraksi, yang terlihat melalui fenomena penggunaan fitur close friend instagram sebagai ruang interaksi simbolik. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan interaksi simbolik mahasiswa Pendidikan Sosiologi melalui fitur close friend instagram. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik oleh Herbert Blumer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih secara purposive dengan kriteria mempunyai akun instagram dan aktif menggunakan close friend, dengan rentang umur 18-24 tahun serta mahasiswa Pendidikan Sosiologi yang aktif semester Januari-Juni 2025. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model Miles&Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang menggunakan fitur close friend instagram karena close friend dimaknai sebagai ruang aman dan nyaman untuk mengekspresikan diri. Pemaknaan close friend sebagai ruang aman dan nyaman terbentuk akibat adanya interaksi antara informandengan audiens melalui simbol-simbol yang ada di fitur close friend. Makna terhadap fitur close friend bersifat dinamis sesuai dengan pengalaman individu dalam penggunaan fitur close friend. Sehingga menunjukkan bahwa penggunaan fitur close friend di Instagram membentuk pola interaksi simbolik antara mahasiswa di ruang digital serta mampu mengelola strategi komunikasi yang lebih selektif di media sosial.
Copyrights © 2026