Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal penyebab terjadinya perubahan tradisi bakongsi pada masyarakat petani Jorong Bansa, Kenagarian Kamang Tangah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten AgamĀ serta menganalisisnya melalui teori struktural fungsional Talcott Parsons skema AGIL. Tradisi bakongsi yang dahulu berfungsi sebagai kerja kolektif berbasisi gotong royong menjadi sistem kerja individual dan berorientasi upah sejak tahun 1990-an. Perubahan ini terjadi seiring pergeseran kondisi sosial, ekonomi, demografis, dan perkembangan teknologi pertanian. Hal ini menarik untuk dilkukan karena penelitian ini berfokus pada fokus kajian yang secara spesifik menelaah perubahan tradisi bakongsi di Jorong Bansa, yang belum banyak dikaji sebelumnya.Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui kenapa tradisi bakongsi mengalami perubahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive samplingĀ dengan informan sebanyak 23 orang. Teknik analisis data melalui penelitian ini menggunakan model interaktif Miles Huberman dengan langkah-langkah reduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal meliputi berkurangnya kohesi sosial, melemahnya solidaritas, perubahan pola hidup, serta menurunnya keterlibatan generasi muda menjadi faktor internal perubahan bakongsi. Faktor eksternal meliputi perubahan lingkungan fisik, penurunan kualitas tanah, masuknya pendatang, serta penggunaan teknologi pertanian modern yang meningkatkan efisiensi kerja individual. Analisis AGIL menunjukkan bahwa fungsi adaptasi dan pencapaian tujuan masih berjalan, namun fungsi integrasi dan latensi melemah seiring pudarnya nilai gotong royong. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian nilai solidaritas sosial di tengah modernisasi praktik pertanian.
Copyrights © 2026