Artikel ini tentang fenomena skena kalcer sebagai bentuk ekspresi diri dan identitas baru di kalangan remaja urban, khususnya di Kota Padang. Gaya hidup ini tidak hanya mencakup aspek fashion dan musik, tetapi juga menjadi media untuk pembentukan identitas sosial dan pencarian pengakuan di lingkungan sebaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konstruksi gaya hidup skena kalcer terbentuk dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, teknik snowball, dan melibatkan 10 informan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi gaya hidup skena kalcer berlangsung melalui tiga tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Eksternalisasi tampak melalui ekspresi remaja dalam fashion, musik, dan aktivitas nongkrong di coffee shop, objektivasi muncul ketika simbol-simbol tersebut diterima sebagai ciri khas anak skena kalcer; dan internalisasi terjadi ketika nilai-nilai skena kalcer melekat sebagai bagian dari identitas diri. Temuan ini memperlihatkan dinamika sosial dan kultural remaja dalam membangun identitas di tengah budaya populer dan media digital.
Copyrights © 2026