Pneumonia komunitas (CAP) yang disertai efusi pleura parapneumonik menimbulkan tantangan manajemen yang signifikan, terutama pada pasien dengan beberapa penyakit penyerta seperti gagal jantung kongestif (CHF), diabetes mellitus tipe 2 (DM), dan insufisiensi hepatobiliari. Seorang pria berusia 42 tahun, petugas keamanan, datang dengan sesak napas progresif, batuk berdahak disertai batuk darah, dan efusi pleura kanan. Pemeriksaan menunjukkan toraks asimetris, tanda-tanda efusi pleura sisi kanan, hepatomegali, asites, dan edema pitting. Temuan laboratorium menunjukkan leukositosis, hipoalbuminemia, hiponatremia, serta gangguan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pencitraan mengonfirmasi pneumonia komunitas (CAP) dengan efusi pleura parapneumonik kanan. Ekokardiografi menunjukkan gagal jantung kongestif (CHF) dengan fraksi ejeksi yang menurun (19%) dan trombus intrakardial. Pengobatan meliputi terapi oksigen, antibiotik, diuretik, insulin, dan perawatan suportif. Pasien membaik secara bertahap, menekankan perlunya pendekatan multidisipliner dalam mengelola CAP dengan efusi pleura dan penyakit penyerta.
Copyrights © 2026