Penelitian ini mengkaji korelasi antara Maqashid al-Qur'an, Maqashid as-Syari'ah, dan Tafsir Maqashidi dalam menjelaskan konsep kebahagiaan menurut Al-Qur’an, dengan fokus kajian pada Surah al-Mu’minun ayat 1–11. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana Al-Qur’an menjelaskan karakteristik orang beriman yang meraih kebahagiaan sejati (al-falah), serta bagaimana ayat-ayat tersebut mencerminkan tujuan-tujuan utama syariat Islam. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi pemikiran Imam Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir, terutama dalam pendekatannya yang maqasidi, rasional, dan kontekstual. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan metode deskriptif-analitis dan hermeneutika maqasidiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Surah al-Mu’minun 1–11 merepresentasikan tujuan-tujuan utama syariat, seperti penjagaan agama (hifẓ ad-din), akal, keturunan, harta, dan kehormatan. Ayat-ayat ini tidak hanya menampilkan aspek ritual, tetapi juga menekankan dimensi sosial dan moral, sehingga menjadikan konsep kebahagiaan dalam Islam bersifat holistik. Dengan menjadikan tafsir maqasidi sebagai landasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebahagiaan sejati dalam Islam bukan sekadar pencapaian duniawi, melainkan buah dari keimanan yang diwujudkan dalam amal saleh dan pemeliharaan prinsip-prinsip syariat secara menyeluruh.
Copyrights © 2026