Abstract This study aims to analyze the implementation of market service levies imposed on business actors, particularly in markets located in West Pontianak District. The focus of this research includes the implementation of policies such as the fulfillment of obligations to pay market service levies, the revenue from market service levies during the 2021–2025 period, and the challenges faced by business actors in fulfilling their levy payment obligations. The research method used is empirical, with data collected through interviews with business actors in traditional markets and with officials from the Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DISKUMDAG) of Pontianak City. This study was conducted at Teratai Market, Dahlia Market, and the Pontianak City DISKUMDAG office. The results of this research indicate that revenues from market service levies fluctuate from year to year and are unstable. The revenue from market service levies also does not show a significant influence on the Regional Original Revenue of Pontianak City. This condition is also caused by the suboptimal use of stalls and kiosks available in traditional markets. Many stalls and kiosks remain unoccupied, which affects revenue from market service levies. Economic factors also encourage traders not to occupy the markets due to the lack of buyers. Based on these findings, strategic measures are needed in the form of optimizing the use of market facilities and infrastructure, improving existing market facilities, reorganizing trading locations, and enhancing cleanliness. Keywords: Market Service Levy, UMKM. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengenaan retribusi pelayanan pasar terhadap pelaku usaha, khususnya pada pasar-pasar yang ada di Kecamatan Pontianak Barat. Fokus dari penelitian ini mencakup pelaksanaan kebijakan seperti pemenuhan kewajiban pembayaran retribusi pelayanan pasar, penerimaan retribusi pelayanan pasar dalam periode 2021-2025, tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pembayaran retribusi pelayanan pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara ke pelaku usaha di pasar tradisional dan ke pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (DISKUMDAG) Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan di pasar Teratai, pasar Dahlia dan DISKUMDAG Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan retribusi pelayanan pasar mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun atau tidak stabil. Penerimaan dari retribusi pelayanan pasar juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Pontianak. Hal ini juga dikarenakan dari faktor belum maksimalnya penggunaan los dan kios yang tersedia di pasar tradisional. Banyak los dan kios yang tidak ditempati sehingga memengaruhi pendapatan dari retribusi pelayanan pasar. Faktor ekonomi juga menjadi pemicu bagi para pedagang untuk tidak menempati pasar dikarenakan sepi pembeli. Berdasarkan temuan tersebut, dibutuhkan langkah strategis berupa optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana pasar, perbaikan fasilitas pasar yang sudah ada, penataan lokasi berjualan, dan peningkatan kebersihan. Kata kunci: Retribusi Pelayanan Pasar, UMKM
Copyrights © 2026