Penerjemahan Al-Qur’an seharusnya menyampaikan makna ayat secara tepat, konsisten, dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab serta maksud teks aslinya. Namun terjemah tafsiriyah Surah al-Maidah karya Muhammad Thalib menunjukkan adanya pergeseran makna, penambahan unsur tertentu, dan ketidakkonsistenan penerjemahan yang dapat memengaruhi pemahaman pembaca terhadap pesan ayat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik-teknik penerjemahan Muhammad Thalib. Data-data yang dikaji dengan menggunakan konsep teknik penerjemahan Molina dan Albir. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa Muhammad Thalib dominan menggunakan teknik kesepadanan lazim (39,65%), transposisi (14,66%) dan deskripsi (12,36%) dalam menerjemahkan surah al-Maidah. penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang penerjemahan Al-Qur’an dengan memunculnya kesadaran kritis bagi pembaca dan peneliti al-Qur’an bahwa pergeseran makna dalam terjemahan dapat memengaruhi cara umat memahami ajaran Islam.
Copyrights © 2026