Proyek konstruksi mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta keterlibatan banyak tenaga kerja. Proyek pembangunan perluasan gedung pabrik PT Sika Indonesia Phase 4 di Gresik merupakan proyek industri berskala besar yang memiliki potensi bahaya signifikan, khususnya pada pekerjaan panas (hot work) dan pekerjaan pengangkatan (lifting work). Studi ini memiliki tujuan untuk mengenali kemungkinan bahaya yang berpotensi terjadi akibat kecelakaan di tempat kerja dan untuk menentukan cara yang sesuai dalam mengendalikan risiko. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis Keamanan Kerja (JSA) yang dipadukan dengan pendekatan Hierarki Pengendalian. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah observasi langsung di lokasi kerja. wawancara dengan pihak HSE, serta studi dokumentasi proyek. Temuan riset menggambarkan bahwa terdapat 10 potensi bahaya utama yang teridentifikasi pada aktivitas hot work dan lifting work. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan terdapat 3 risiko dengan kategori ekstrem, 7 risiko tinggi, dan tidak terdapat risiko rendah maupun sedang. Setelah dilakukan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko, jumlah risiko ekstrem berhasil diturunkan menjadi 0, Sebagian besar risiko terletak dalam kategori sedang dan rendah. Implementasi JSA, yang didukung oleh HIRARC, telah terbukti memberikan saran pengendalian yang lebih terstruktur dan efisien untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Riset ini memiliki potensi untuk menjadi rujukan bagi perusahaan dalam meningkatkan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi.
Copyrights © 2026