Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE JSA ( JOB SAFETY ANALYSIS ) DI BENGKEL PEMESINAN SMK NURUL ISLAM GRESIK Gangsar Mulya Sani; Efta Dhartikasari Priyana; Akhmad Wasiur Rizqi
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.20001

Abstract

SMK Nurul Islam merupakan salah satu lembaga yang berperan penting dalam mengembangkan pikiran siswa untuk menjadi lulusan siap kerja serta menanamkan kebiasaan dan sikap disiplin. Oleh karena itu, SMK Islam Nurul perlu bersedia memperkenalkan K3-nya ke lingkungan pendidikan. Pada saat pengamatan peneliti melihat masih banyak siswa di bengkel teknik meremehkan pentingnya memakai APD di tempat kerja dan kurangnya pemahaman tentang masalah keselamatan, yang menyebabkan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, teknik analisis keselamatan kerja (JSA) dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko, dan saran dapat dibuat untuk meningkatkan penggunaan APD saat praktik. Data untuk mengidentifikasi proses kerja, bahaya dan risiko diperoleh dengan observasi langsung dan tanya jawab. Saran perbaikan adalah melakukan pencatatan APD yang dibutuhkan untuk setiap penggunaan mesin sesuai dengan bahaya dan resiko yang telah teridentifikasi sebelumnya di Bengkel Teknik Pemesinan SMK Nurul Islam. 
Perancangan Pemeliharaan Mesin Filter Press dengan metode FMECA dan Reliability Centered Maintenance (RCM) (Studi Kasus PT. XYZ) Fajar Samharil; Elly Ismiyah; Efta Dhartikasari Priyana
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.20094

Abstract

PT. XYZ ialah perusahaan yang bergelut dalam bidang FMCG dengan hasil produk berupa minyak goreng. Salah satu faktor yang mesti diperhatikan dalam upaya melakukan peningkatan produktivitas perusahaan ialah dalam aktivitas perawatan mesin atau maintenance. Hambatan yang sedang dihadapi perusahaan dalam proses produksi saat ini ialah sering terjadinya downtime pada mesin filter press walaupun sudah dilakukannya aktivitas preventive maintenance . oleh karena itu,  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval maintenance yang optimal berdasarkan penilaian titik kritis dari metode FMECA dan perhitungan RCM. Hasil dari penilaian titik kritis berdasarkan FMECA ini terdapat lima komponen yang akan dilakukan pengkajian lebih dalam yaitu selenoid, frame plate, filter cloth, frame design, dan hose air shaker. Dari tiap komponen tersebut dilakukan perhitungan dengan metode RCM guna mendapatkan waktu interval maintenance yang optimal. Hasil perhitungan ini yaitu komponen filter cloth dilakukan perawatan setiap 12 jam, komponen frame design dilakukan perawatan setiap 16 jam, komponen hose air shaker dilakukan perawatan setiap 12 jam, komponen frame plate dilakukan perawatan setiap 11 jam dan selenoid dilakukan perawatan setiap 15 jam. Dengan dilakukannya perawatan pada tiap komponen tersebut dapat menghemat biaya perawatan sebesar Rp. 35.156.067.
Analysis of Quality Control Using the Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Method in the Welding Process in the Feed Drum Project Rizkia Maulindah Lisna; Efta Dhartikasari Priyana; Hidayat Hidayat
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v20i2.21731

Abstract

PT. Xyz is a steel fabrication company located in Gresik. One of their  projects undertaken by PT. XYZ is a Feed drum Project, the welding process is the most important stage in this project. At the time of product testing or testing there were still many welding points that were defective so that the product did not pass the trial, the trial was carried out by hydrotest where this test was carried out with water as the test medium to determine the strength of a material and find out whether there was a leak or not and as well as a visual check. The types of defects found in the feed drum project are spatter, overlap, porosity, undercut, incomplete fusion, slag, bad String Bead (Weaving Fault), start stop, pin hole. The research uses the FMEA (Failure Mode Effects and Analysis) the method which aims to identify and analyze the occurrence of defects. In the results, the highest RPN value is found in the Incomplate Fusion type of defect with a value of 384 so that it becomes a priority in carrying out control and repair .
Implementasi Analisis SWOT dan Strategi Diversifikasi Terhadap Usaha Jasa Notaris Moch Nurul Iqbal Al Farizi; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i1.22033

Abstract

Notaris/PPAT Heny Savitri S.H., M.Kn wilayah Gresik merupakan usaha jasa notaris yang berwenang dalam membuat akta otentik untuk semua tindakan, kontrak, dan ketentuan hukum perdata berdasarkan undang-umdang dan peraturan negara. Seiring waktu berjalan, usaha jasa notaris di wilayah Gresik mengalami peningkatan yang sangat besar sehingga dapat menimbulkan persaingan pasar dalam melayani konsumen. Oleh karena itu, Notaris/PPAT Heny Savitri S.H., M.Kn harus memiliki suatu strategi bisnis dalam menganalisis lingkungan internal dan eksternal agar dapat bersaing dengan kompetitor lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode analisis SWOT yang berfokus pada kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha dalam memenuhi kebutuhan para stakeholder. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei, observasi, dan wawancara. Dalam pengolahan data, peneliti menggunakan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 32 responden. Sehingga didapatkan hasil bahwa nilai matriks IFE sebesar 3,5 dan nilai matriks EFE sebesar 3,47. Pada nilai tersebut menunjukkan bahwa Notaris/PPAT Heny Savitri S.H., M.Kn terletak pada posisi kuadran I yaitu mengalami tumbuh dan membangun (grow and built). Jasa Notaris/PPAT Heny Savitri S.H., M.Kn juga menggunakan strategi diversifikasi yaitu memberikan loyalitas dan kecepatan pemberian informasi untuk klien, memberikan harga yang terjangkau, dan meningkatkan ketepatan kinerja karyawan.
Analisis pemeliharaan berbasis risiko pada lox tanker fill pump dengan integrasi FMEA–RCM Ahmad Ubaidis Sholihin; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1982

Abstract

Sistem kriogenik memegang peranan vital dalam industri gas karena berfungsi menjaga kestabilan penyimpanan serta distribusi fluida pada suhu dan tekanan ekstrem. Kegagalan peralatan pada sistem ini tidak hanya berpotensi menghambat proses produksi dan menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengancam keselamatan operator serta lingkungan akibat potensi kebocoran fluida bertekanan tinggi. Salah satu peralatan utama di PT Air Products Indonesia adalah Liquid Oxygen (LOX) tanker fill pump, yang berfungsi untuk memindahkan oksigen cair dari tangki penyimpanan menuju kendaraan distribusi. Unit ini kerap mengalami gangguan pada komponen mechanical seal, yang menjadi penyebab utama kebocoran dan downtime produksi. Penelitian ini menerapkan integrasi metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menyusun strategi pemeliharaan berbasis risiko yang terukur dan efektif. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi serta menilai potensi mode kegagalan berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi kejadian, dan kemampuan deteksi, sementara RCM digunakan untuk menentukan jenis pemeliharaan paling sesuai berdasarkan konsekuensi kegagalan dan tingkat kritikalitas komponen. Kombinasi kedua metode ini memungkinkan penyusunan kebijakan pemeliharaan yang lebih sistematis, efisien, dan berfokus pada peningkatan keandalan peralatan. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa komponen mechanical seal memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) sangat tinggi sebesar 576, disebabkan oleh kombinasi tingkat keparahan yang tinggi, frekuensi kejadian berulang, serta kesulitan dalam deteksi dini. Faktor penyebab utama mencakup keausan material, kontaminasi fluida pelumas, dan kesalahan dalam proses pemasangan. Berdasarkan logika keputusan RCM, strategi pemeliharaan yang disarankan adalah Condition-Based Maintenance (CBM) dengan interval inspeksi setiap tiga bulan dan penggantian mechanical seal menjadi dry seal yang memiliki umur pakai lebih panjang. Implementasi strategi ini diproyeksikan mampu menurunkan frekuensi kerusakan hingga dua kali per tahun, meningkatkan nilai availability sistem menjadi 99,45%, serta menekan biaya perawatan darurat. Selain itu, peningkatan sistem pemantauan tekanan dan vibrasi secara berkala turut memperkuat aspek keselamatan kerja karena risiko kebocoran oksigen cair bertekanan tinggi dapat diminimalkan. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi FMEA dan RCM efektif dalam mengoptimalkan keandalan, efisiensi biaya, dan keselamatan operasional pada sistem kriogenik industri gas modern.
Perbandingan Dedicated Storage dan Class-Based Storage untuk Perbaikan Tata Letak Gudang Seragam: (Studi Kasus: PT. KSS) Dimas Latif Rohman Putra; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tata letak gudang seragam karyawan PT. KSS melalui perbandingan antara metode Dedicated Storage dan Class-Based Storage. Permasalahan yang ada pada kondisi eksisting adalah penempatan item yang tidak mempertimbangkan frekuensi perpindahan, yang mengakibatkan jarak tempuh picking menjadi panjang dan menurunkan produktivitas. Hal tersebut terbukti dari penelitian sebelumnya mengenai minimnya studi yang secara khusus membandingkan efisiensi Dedicated Storage dan Class-Based Storage pada gudang seragam perusahaan berbasis data T/S dan koordinat jarak aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data koordinat rak, frekuensi permintaan, serta nilai Throughput per Storage (T/S). Nilai T/S digunakan untuk melakukan klasifikasi ABC sebagai dasar dalam penyusunan layout usulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa total jarak tertimbang pada tata letak awal sebesar 1.840,8 unit grid dapat dikurangi menjadi 1.434,2 unit grid setelah penerapan Class-Based Storage, sehingga diperoleh peningkatan efisiensi sebesar 28,35%. Dengan demikian, metode Class-Based Storage terbukti lebih efektif dalam mengoptimalkan pergerakan material, mempercepat proses pengambilan barang, dan meningkatkan kinerja operasional gudang.
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Dan Gudang Mengunakan Activity Relationship Chart (ARC) Dan From-To Chart (FTC) Mufid Edy Cahyono; Mohammad Jufriyanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1477

Abstract

Tata letak fasilitas berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran material dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Penataan fasilitas yang kurang tepat dapat menyebabkan jarak perpindahan material menjadi panjang serta terjadinya kepadatan lintasan, dan konflik pergerakan kendaraan yang berpotensi menyebabkan bottleneck. PT XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistic pupuk, menghadapi kendala pada area produksi dan pergudangan yang disebabkan oleh pengaturan jarak antar stasiun kerja serta alur material handling yang belum tertata secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyusun kembali tata letak fasilitas produksi dan gudang dengan menerapkan metode ARC dan FTC. Data diperoleh melalui observasi langsung dan data dari perusahaan, kemudian dianalisis dengan perhitungan koordinat titik tengah, evaluasi aliran forward dan backward, serta analisis jarak lintasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase aliran forward dari 58% menjadi 82,9% dan penurunan backward dari 22% menjadi 17,7%, disertai peningkatan efisiensi jarak lintasan sebesar 13,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan ARC dan FTC mampu meningkatkan efisiensi tata letak fasilitas secara efektif.
Analisis Risiko Potensi Kecelakaan Kerja Pada Proyek Kontruksi Perluasan Gedung Pabrik Menggunakan Metode JSA dan HIRARC: (Studi Kasus : PT. SIKA INDONESIA PHASE 4) Muhammad Irfandie Pratama; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1673

Abstract

Proyek konstruksi mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta keterlibatan banyak tenaga kerja. Proyek pembangunan perluasan gedung pabrik PT Sika Indonesia Phase 4 di Gresik merupakan proyek industri berskala besar yang memiliki potensi bahaya signifikan, khususnya pada pekerjaan panas (hot work) dan pekerjaan pengangkatan (lifting work). Studi ini memiliki tujuan untuk mengenali kemungkinan bahaya yang berpotensi terjadi akibat kecelakaan di tempat kerja dan untuk menentukan cara yang sesuai dalam mengendalikan risiko. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode Analisis Keamanan Kerja (JSA) yang dipadukan dengan pendekatan Hierarki Pengendalian. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah observasi langsung di lokasi kerja. wawancara dengan pihak HSE, serta studi dokumentasi proyek. Temuan riset menggambarkan bahwa terdapat 10 potensi bahaya utama yang teridentifikasi pada aktivitas hot work dan lifting work. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan terdapat 3 risiko dengan kategori ekstrem, 7 risiko tinggi, dan tidak terdapat risiko rendah maupun sedang. Setelah dilakukan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko, jumlah risiko ekstrem berhasil diturunkan menjadi 0, Sebagian besar risiko terletak dalam kategori sedang dan rendah. Implementasi JSA, yang didukung oleh HIRARC, telah terbukti memberikan saran pengendalian yang lebih terstruktur dan efisien untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Riset ini memiliki potensi untuk menjadi rujukan bagi perusahaan dalam meningkatkan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi.