Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sedang digalakan oleh pemerintah di masa pandemi ini, karena merupakan salah satu jalan keluar saat banyak perusahaan atau industri yang mengalami kesulitan operasionalnya sehingga harus melakukan efisiensi di mana salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja. Sementara itu salah satu hambatan UMKM adalah kemampuan mereka untuk membuat Laporan Keuangan untuk usaha yang mereka jalankan. Sementara untuk melihat perkembangan usaha yang mereka jalankan dapat dilihat dalam Laporan Keuangan, demikian juga bila membutuhkan tambahan modal agar usahanya dapat lebih berkembang dengan omset yang meningkat. Penambahan modal berarti penurunan biaya produksi sehingga produk yang dijual lebih banyak dan dapat menggapai pangsa pasar yang lebih luas. Sasaran kegiatan ini adalah pemuda Karang Taruna Pinangsia Jakarta Barat. Permasalahan diselesaikan dengan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan melakukan identifikasi pendahuluan untuk mengenali kondisi di lapangan mengenai perkembangan usaha di Karang Taruna serta pembuatan modul dan video untuk mempermudah peserta memahami materi. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode presentasi dua arah dalam bentuk tanya jawab kegiatan workshop pembuatan Laporan Keuangan. Kegiatan tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dikarenakan adanya pandemi corona. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan tugas yang telah diberikan dalam presentasi yaitu pembuatan laporan keuangan. Hasilnya pelatihan menunjukan tingkat keberhasilan dengan indikasi tugas dapat dilaksanakan dengan baik sesuai materi yang diberikan, adanya tanggapan positif dari peserta dan sebagian besar (80%) peserta telah memahami bagaimana membuat Laporan Keuangan dan mampu membuat Laporan Keuangan yang dapat diimplementasikan pada UMKM di Karang Taruna RW.01 Pinangsia Jakarta Barat.
Copyrights © 2021