Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai keimanan dan ketakwaan untuk mewujudkan budaya religius di sekolah dasar, serta tantangan dan solusi yang diterapkan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 01 Karanganyar, dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan analisis tematik. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi data dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan metode pengumpulan data. Selain itu, teknik validasi juga dilakukan dengan member checking, di mana hasil wawancara dikembalikan kepada informan untuk memperoleh konfirmasi atau klarifikasi lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menerapkan berbagai strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, seperti kegiatan keagamaan rutin, integrasi nilai agama dalam pembelajaran akademik, dan pelibatan orang tua serta masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, pemahaman guru yang masih terbatas, dan kurangnya dukungan orang tua. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kepala sekolah mengadopsi solusi seperti penyesuaian jadwal, pelatihan bagi guru, dan peningkatan komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang konsisten dan evaluasi berkala, nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dapat diintegrasikan dengan efektif, menciptakan budaya religius yang mendalam di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2025