Penelitian ini mengkaji peran guru ISMUBA di SMP Muhammadiyah Sewon Bantul Yogyakarta dalam mencegah dekadensi moral siswa melalui penanaman karakter religius. Permasalahan yang diangkat meliputi lemahnya internalisasi nilai keagamaan dan meningkatnya perilaku yang menyimpang pada kalangan peserta didik. Tujuan penelitian adalah memahami strategi dan praktik guru ISMUBA dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam (akidah‑akhlak, Al‑Qur'an‑Hadis, fikih, dan Bahasa Arab) serta membentuk kebiasaan keagamaan siswa. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu guru ISMUBA dan 15 siswa, observasi partisipan dalam proses pembelajaran dan rutinitas keagamaan, serta analisis dokumen ISMUBA dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan tiga pendekatan utama: (1) integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran formal; (2) penerapan program pembiasaan keagamaan seperti sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur'an; dan (3) keteladanan guru dalam perilaku islami. Secara sinergis memperkuat dimensi pengetahuan, praktik, pengalaman, dan konsekuensi religiusitas siswa menurut Glock & Stark. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ibadah dan sanksi edukatif juga menjadi indikator peningkatan kedisiplinan dan kesadaran moral. Implementasi kurikulum ISMUBA yang holistik meliputi intrakurikuler, Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah, dukungan orang tua, dan fasilitas ibadah, sedangkan faktor penghambatan, keterbatasan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran umum serta pengaruh negatif lingkungan eksternal menjadi tantangan. Rekomendasi meliputi penguatan literasi digital berbasis moral dan kolaborasi lintas mata pelajaran serta dengan lingkungan eksternal. Meskipun terbatas pada satu sekolah dan fokus mata pelajaran akidah‑akhlak, penelitian ini memberikan model implementasi karakter religius yang dapat dijadikan acuan pengembangan program karakter di sekolah berbasis Islam.
Copyrights © 2025