Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kepemimpinan guru lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Belitung, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang mereka alami dalam menjalankan praktik kepemimpinan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana praktik tersebut berkontribusi terhadap kesiapan mereka untuk menjadi kepala sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan orang guru lulusan PGP angkatan 4, 7, dan 9 dari berbagai latar belakang. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru lulusan PGP tingkat SMK di Kabupaten Belitung telah menerapkan praktik kepemimpinan secara signifikan, baik di dalam maupun di luar kelas. Di dalam kelas, kepemimpinan ditunjukkan melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, sosial emosional, dan kontekstual berbasis digital. Guru juga berperan sebagai fasilitator dan pemimpin pembentukan karakter siswa melalui kesepakatan kelas. Di luar kelas, praktik kepemimpinan tercermin dalam pengelolaan program sekolah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti komite sekolah, dunia industri, dan masyarakat, pengembangan komunitas belajar, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan strategis. Faktor pendukung yang ditemukan antara lain dukungan kepala sekolah, budaya sekolah yang kolaboratif, dan motivasi internal guru. Adapun hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan ruang partisipasi dalam perencanaan strategis, sumber daya yang terbatas, serta tantangan dalam hubungan interpersonal. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan guru penggerak berkontribusi pada penguatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan, yang mendukung kesiapan mereka menjadi kepala sekolah.
Copyrights © 2025