Setiap tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh satu atau lebih siswa secara teratur sebagai akibat dari ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan dianggap sebagai perilaku bullying. Salah satu penyebab internal dari perilaku bullying adalah kurangnya kecerdasan emosional, yang menyebabkan kurangnya kendali diri. Hal ini mengakibatkan keinginan untuk mengendalikan yang lemah, dan korban ingin membalas dendam atas bullying yang mereka alami agar orang-orang yang lebih lemah juga merasakan emosi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku bullying dan kecerdasan emosional, serta secara teoritis menganalisis hubungan antara keduanya yang muncul di lingkungan sekolah dasar. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review atau penelitian perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini mendukung gagasan bahwa anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu mengatur, memahami, dan mengekspresikan perasaannya secara konstruktif. Menurut hasil penelitian, bullying mencakup berbagai perilaku yang bertujuan untuk secara konsisten merusak kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Bullying memiliki konsekuensi negatif bagi korban maupun pelaku, dan dapat menjadi hasil dari penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas terhadap orang yang lebih lemah.
Copyrights © 2025