Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi krusial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Meskipun adopsi TIK meluas, berbagai hambatan teknis, psikologis, sosial, budaya, dan kebijakan masih menjadi kendala dalam berbagai konteks lokal, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan adopsi TIK dalam pembelajaran di Sekolah Dasar dengan mengeksplorasi 18 artikel tinjauan literatur, termasuk analisis bibliometrik, tinjauan sistematis, tinjauan pustaka, tinjauan pelingkupan (scoping review), dan tinjauan komprehensif. Berdasarkan hasil sintesis tinjauan literatur, faktor-faktor ini dapat dikelompokkan menjadi tiga tingkatan: (1) Individu, termasuk pengetahuan dan keterampilan, psikologi, pelatihan, dan demografis guru; (2) Organisasi, termasuk kebijakan sekolah, sumber daya (perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan), budaya organisasi, dan dukungan manajemen; dan (3) Lingkungan, termasuk dukungan komunitas, kebijakan pemerintah, dan perkembangan teknologi. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah mengembangkan model konseptual holistik adopsi TIK dengan mengintegrasikan ketiga tingkatan. Model konseptual yang dikembangkan menggambarkan hubungan antara faktor-faktor dari tingkatan Individu, Organisasi dan Lingkungan terhadap perilaku adopsi TIK di Sekolah Dasar. Pengembangan model ini diharapkan mampu menjadi kerangka teoritis dalam kajian adopsi TIK di Sekolah Dasar selanjutnya.
Copyrights © 2025