Kualitas data pendidikan merupakan prasyarat mutlak bagi tata kelola yang akuntabel dan pengambilan kebijakan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menelisik pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap validitas dan kelengkapan data. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, survei dilakukan terhadap 290 satuan pendidikan yang mencakup seluruh jenjang (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB) di lima kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan adanya asimetri kualitas data, di mana aspek kelengkapan data mengalami perbaikan progresif (+0,48), sedangkan aspek validitas cenderung stagnan (+0,23). Jenjang Sekolah Dasar (SD) menunjukkan performa manajemen data terbaik, sementara jenjang PAUD dan SMK teridentifikasi sebagai entitas paling rentan. Temuan krusial studi ini mengungkap bahwa stagnasi kualitas data bukan disebabkan oleh rendahnya kompetensi operator (faktor internal), melainkan akibat tekanan faktor eksternal berupa kendala teknis aplikasi, instabilitas jaringan, dan dinamika perubahan kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Dapodik saat ini masih berorientasi pada pemenuhan administratif semata (administrative compliance) dan belum sepenuhnya menjamin akurasi substantif. Oleh karena itu, direkomendasikan pergeseran strategi dari intervensi general menjadi pendampingan afirmatif spesifik bagi jenjang rentan serta perbaikan stabilitas sistem di tingkat pusat.
Copyrights © 2026