Pembelajaran Berbasis Alam (Outdoor Learning/Learning by Nature) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diakui memiliki potensi signifikan dalam pengembangan holistik siswa. Penelitian ini bertujuan melakukan studi komparatif untuk menganalisis fokus, metode, dan hasil implementasi pembelajaran berbasis alam di Indonesia, Finlandia, dan Jepang berdasarkan literatur akademik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Comparative Literature Review dengan kerangka PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), menyaring 200 artikel awal hingga mendapatkan 32 dokumen yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia berfokus pada efektivitas Outdoor Learning dan Sekolah Alam dalam meningkatkan hasil belajar kognitif (IPA, Bahasa) dan pembentukan karakter (Profil Pelajar Pancasila). Finlandia, melalui pendekatan Nordik, lebih menekankan pada kesejahteraan emosional (mood dan resilience) serta kesiapan guru. Sementara itu, Jepang mengintegrasikan pendidikan berbasis alam dengan konsep konservasi kultural-ekologis spesifik, seperti program pendidikan kelautan yang berfokus pada Satoumi. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa Pembelajaran Berbasis Alam di SMP efektif secara universal dalam aspek kognitif dan afektif, namun implementasinya harus disesuaikan dengan kurikulum dan konteks sosio-ekologis lokal, dengan rekomendasi bagi Indonesia untuk mengadopsi model Nordik dalam penelitian kesejahteraan dan model Jepang dalam konservasi yang spesifik P5.
Copyrights © 2026