Pentingnya sebuah keterampilan pada analisis cermat teks-teks keagamaan dan pengembangan argumen hukum yang kuat, santri di pondok pesantren diharapkan menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan cakupan (scoping review) untuk menyusun peta literatur tentang dampak Bahtsul Masail dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini mengevaluasi dan menyeleksi makalah berdasarkan model PCC menggunakan kerangka kerja Arksey dan O'Malley, yang diperkuat oleh Levac dkk. dan PRISMA-ScR. Dua belas publikasi ditemukan memenuhi kriteria inklusi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa praktik Bahtsul Masail secara konsisten memperkuat aspek analitis, evaluatif, dan argumentatif santri melalui kegiatan identifikasi masalah, penelusuran dalil, dan musyawarah ilmiah. Faktor pendukung mencakup kompetensi moderator dan budaya diskusi pesantren, sementara hambatan terkait heterogenitas kemampuan santri dan keterbatasan waktu. Mayoritas studi bersifat kualitatif, sehingga bukti kuantitatif tentang peningkatan berpikir kritis masih terbatas dan hanya satu studi menggunakan pengukuran terstandar. Scoping review ini menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan model pedagogis yang berpotensi dalam penguatan kemampuan berpikir kritis, namun penelitian lanjutan diperlukan dengan desain kuantitatif, longitudinal, dan instrumen psikometrik. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kurikulum pesantren berbasis HOTS dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis diskusi
Copyrights © 2026