Meningkatnya penggunaan alat kreasi visual-digital dalam pendidikan sering kali belum diikuti oleh rancangan pedagogis yang menuntut nalar kritis dan integritas praktik digital. Penelitian ini bertujuan menyintesis keterkaitan pemanfaatan alat tersebut dengan kompetensi 4C dan literasi digital melalui Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel periode 2021-2025 Pencarian literatur dilakukan dengan mengakses database Scopus dan mesin pencari Google Scholar. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dominasi platform Canva (52,78%) berhasil menurunkan hambatan teknis dalam ekspresi kreatif, namun kemudahan operasional tersebut justru ditemukan berbanding terbalik dengan kedalaman kognitif peserta didik. Ketimpangan ini terlihat pada rendahnya penguatan berpikir kritis (16,1%) serta terbatasnya perhatian pada dimensi literasi sosial-etis (12,9%), literasi informasi (12,9%), dan literasi AI (3,2%). Fenomena ini dirumuskan sebagai “Paradoks Dekorasi Digital”, sebuah kondisi di mana kemajuan estetika visual tidak sejalan dengan aktivitas evaluatif seperti verifikasi informasi, argumentasi berbasis bukti, dan pertimbangan etika digital. Studi ini menegaskan bahwa otomatisasi fitur dalam instrumen digital tidak secara mandiri menstimulasi pembelajaran tingkat tinggi tanpa desain instruksional yang menuntut penalaran logis. Implikasi pedagogisnya, pendidik perlu mengintegrasikan rubrik asesmen yang secara eksplisit menilai kualitas logika, evaluasi sumber, dan kepatuhan etis guna memastikan teknologi berfungsi sebagai medium konstruksi pengetahuan substantif di era AI generatif.
Copyrights © 2026