Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memastikan layanan pembelajaran yang adaptif bagi siswa dengan kebutuhan khusus, termasuk mereka yang tergolong slow learner. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris dan konseptual mengenai strategi guru dalam memilih model pembelajaran bagi siswa slow learner di sekolah dasar inklusif, guna mengidentifikasi kecenderungan praktik, pertimbangan pedagogis, dan efektivitas strategi pembelajaran yang digunakan. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan menganalisis 28 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipilih melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis tematik (thematic synthesis) untuk mengelompokkan temuan ke dalam tiga tema utama: (1) model pembelajaran yang paling banyak diterapkan, (2) pertimbangan guru dalam pemilihan model, dan (3) efektivitas strategi terhadap hasil belajar dan keterlibatan siswa slow learner. Hasil sintesis menunjukkan bahwa guru paling sering menerapkan pendekatan Differentiated Instruction (DI) dan Universal Design for Learning (UDL), disertai strategi pendukung seperti scaffolding bertahap, pembelajaran multisensori, dan remedial adaptif. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman konsep, dan kemandirian belajar siswa slow learner. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian sintesis komprehensif berbasis bukti terkini mengenai strategi instruksional guru dalam konteks inklusif di Indonesia, yang sebelumnya belum banyak dilakukan. Temuan ini dapat menjadi landasan teoretis bagi pengembangan model pembelajaran inklusif dan panduan praktis bagi guru serta pembuat kebijakan pendidikan dasar.
Copyrights © 2026