Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk kesejahteraan emosional anak melalui pembagian peran dan tanggung jawab. Namun, tanggung jawab keluarga yang tidak sesuai dengan usia dan kesiapan psikologis anak berpotensi menyebabkan beban emosional, khususnya bagi anak bungsu, yang seringkali dianggap memiliki peran yang lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tanggung jawab keluarga terhadap beban emosional anak bungsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional deskriptif. Sampel terdiri dari 20 anak bungsu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur tingkat tanggung jawab keluarga dan beban emosional anak bungsu. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab keluarga secara signifikan memengaruhi beban emosional anak bungsu, dengan nilai signifikansi 0,005 (p < 0,05) pada uji F. Koefisien determinasi (R) sebesar 0,761 menunjukkan bahwa 76,1% variasi beban emosional anak bungsu dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga. Sebagian, hanya beberapa aspek tanggung jawab yang secara signifikan memengaruhi beban emosional. Studi ini menyimpulkan bahwa distribusi tanggung jawab keluarga yang tidak proporsional dapat meningkatkan beban emosional pada anak bungsu, sehingga peran orang tua diperlukan dalam menyesuaikan tanggung jawab dengan kesiapan emosional anak.
Copyrights © 2025