Penerapan Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian telah menunjukkan potensi yang besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kedisan khususnya pada lahan milik salah satu petani Kelompok Tani Telaga Kedisan, di mana petani mengalami kendala dalam proses penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual menggunakan selang. Penyiraman puluhan are lahan secara manual tidak hanya memakan waktu dan tenaga, tetapi juga kurang efisien dalam penggunaan air, terutama saat kondisi kelembaban tanah dan cuaca yang berubah-ubah. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis berbasis IoT pada lahan pertanian seluas 7 are yang ditanami bawang merah. Dalam pelaksanaan proyek ini, dilakukan pemasangan alat yang terdiri dari sensor kelembapan tanah, pipa air, sprinkle, pompa air dan sistem penyiraman IoT yang dapat dikendalikan melalui aplikasi mobile Kintamani Garden untuk mengatur intensitas penyiraman secara otomatis. Selain itu, dilakukan juga pelatihan sistem penyiraman otomatis berbasi Iot kepada anggota kelompok tani untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai penerapan teknologi pada pertanian. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan air serta penurunan beban kerja petani dalam proses penyiraman. Hal ini membuktikan bahwa teknologi IoT dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pertanian modern.
Copyrights © 2025