Plastik merupakan kemasan yang banyak digunakan oleh masyarakat, karena harganya murah, ringan, dan tahan lama. Karakteristik plastik yang sulit terurai dan penggunaan yang tidak terkendali berdampak pada kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan bijak. Salah satu sampah plastik yang banyak dihasilkan yaitu galon bekas air minum sekali pakai, yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk budidaya tanaman sayuran dan ikan lele skala rumah tangga. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) dalam mengelola sampah plastik, serta menciptakan peluang ekonomi melalui budidaya tanaman dan ikan lele. Manfaat yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota ITMI, pengurangan sampah plastik di Kota Salatiga, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Argomas Timur, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga dengan jumlah peserta 25 orang tunanetra. Tahap yang dilakukan terdiri atas persiapan dan koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi serta pelaporan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi interaktif, dilanjutkan praktik penanaman benih tanaman sayuran dan lele. Berdasar hasil evaluasi, budidaya lele kurang efektif diterapkan pada kelompok ini, karena terganggu oleh aktivitas anak-anak di sekitar perumahan. Sementara itu, budidaya tanaman sayur cukup efektif dan berhasil sampai panen. Namun demikian, kelompok tunanetra cukup kesulitan untuk menyiapkan media tanam, sehingga membutuhkan bantuan anggota keluarga.
Copyrights © 2025