Usaha hidroponik di Banda Aceh memiliki potensi besar sebagai alternatif pertanian perkotaan, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek perencanaan strategi pengembangan usaha. Pelaku usaha cenderung berfokus pada kegiatan teknis, sementara aspek pengelolaan dan strategi bisnis belum menjadi perhatian utama. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat kapasitas strategis komunitas melalui penerapan analisis SWOT. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dalam menyusun strategi pengembangan usaha berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman perencanaan strategis, serta mampu menyusun strategi berbasis analisis faktor internal dan eksternal. Posisi usaha berada pada Kuadran I SWOT, yang mengindikasikan potensi pengembangan melalui strategi agresif seperti ekspansi pasar, penguatan merek, dan diversifikasi produk. Dokumen strategi yang dihasilkan bersifat aplikatif dan diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain.
Copyrights © 2025