Penelitian ini mengkaji dampak penerapan sistem tilang elektronik (ETLE) terhadap masyarakat di Kota Pekanbaru. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak positif dan negatif serta menganalisis tantangan yang muncul pasca-implementasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ETLE secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengendara di lokasi pemantauan, menurunkan angka kecelakaan di titik rawan, dan meningkatkan transparansi penegakan hukum. Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul sejumlah dampak negatif krusial, antara lain isu ketidakadilan akibat "salah tilang" pada pemilik kendaraan yang belum melakukan balik nama, beban ekonomi denda bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan fenomena pergeseran pelanggaran ke area non-ETLE. Temuan utama menyimpulkan bahwa efektivitas ETLE tidak dapat berdiri sendiri, melainkan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem pendukungnya, terutama administrasi data kendaraan. Oleh karena itu, keberhasilan jangka panjang kebijakan ini menuntut pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada reformasi birokrasi, edukasi publik yang masif, dan pengembangan mekanisme yang berkeadilan sosial untuk membangun budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025